Langsung ke konten utama

Kembali Belajar

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

"Kegelapan tidak bisa mengusir kegelapan, hanya terang yang bisa.Kebencian tidak bisa mengusir kebencian, hanya cinta yang bisa."(Martin Luther King Jr.)


Dan akan saya tambahkan, quote dari saya pribadi,

"Kebodohan tak bisa mengusir kebodohan, hanya ilmu yang bisa."
(Fiane N Setiady)


Sekarang, dalam usia yang sudah sekian tahun, masih banyak asa alias harapan dan/atau impian yang belum saya capai. Dan untuk mencapai impian itu, saya harus berubah, saya harus berani. Dan saya pun memutuskan untuk kembali belajar dari nol lagi. Hanya saja, karena kondisi yang sudah berbeda dengan ketika masih gadis dulu, sekarang saya memiliki kewajiban yang lebih pada keluarga. Saya harus mencari cara agar tetap dapat meningkatkan diri saya, tanpa mengabaikan keluarga saya.


Sebuah Hadits dari junjunan saya, Nabi Muhammad SAW menyebutkan menuntut ilmu adalah ibadah yang wajib hukumnya atas setiap Muslim, baik muslim laki-laki, maupun muslim perempuan. 
Hadits lain menyebutkan "Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat" artinya kita belajar tanpa berhenti dari kita lahir sampai kita mati.




الحَمْد لله, Allah SWT menunjukkan jalan kepada saya. Tanpa sengaja saya membaca sebuah postingan di media sosial tentang Indscript di Bandung. Saya mulai mencari informasi tentang sekolah ini, berkenalan dengan Teh Indari Mastuti, bergabung dengan telegram channel teh Indari Mastuti dan Grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Kemudian berkenalan dengan teh Diah dan bergabung dengan Komunitas Emak Pintar JABODETABEK. Tidak, saya sendiri bukan orang pintar, hanya senang bersama orang pintar. Siapa tahu ketularan pintarnya. hehe...

Kenapa belajar menulis? Karena sejak kecil dulu, saya memang memiliki kebiasaan menulis buku harian, tapi yang namanya buku harian yaa... hanya untuk pribadi saja. Berisi segala cerita dan tidak untuk dibagikan kepada orang lain. Dalam buku ini, saya lebih banyak menulis puisi atau kata-kata mutiara dari berbagai sumber, termasuk quote Martin Luther King Jr. di atas pun, saya ambil dari buku harian saya.

Pada awalnya hanya menyimak saja. Alhamdulillah kesempatan itu datang. Saya pun kembali belajar, saya mengikuti kelas online Belajar Nulis Tanpa Bakat, tuh... saya menulis tanpa bakat menulis. Mulai sekali dari nol. Alhamdulillah dipertemukan dengan teman-teman yang keren-keren.
Membuat blog ini pun, teman alumni BNTB yang mengajarkan caranya, mba Inge Maria Wibowo namanya. Salut deh dengan bunda-bunda semua yang tidak pernah berhenti belajar, mengajar, berkarya. Mungkin hanya saya saja yang masih nol di sana. hahaha.... Tapi, teman-teman semua disana sangat mendukung, membuat saya bahagia. Setelah terjun mencemplungkan diri langsung untuk belajar, ternyata dunia semakin terbuka. Saya berkenalan dengan lebih banyak mentor, komunitas, dan teman-teman pembelajar penulis lainnya. 

Demikian cerita saya tentang kembali belajar. Salam kenal dari saya, dan terima kasih sudah berkunjung ke blog baru saya. Semoga harapan saya dapat terwujud, dan belajar kembali adalah jembatan untuk menggapai impian saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renjana Seorang Ibu

Rela Menjadi Iblis untuk Melindungi Anaknya (Review Novel "Holy Mother" - Akiyoshi Rikako) Data Buku: Judul                 : Holy Mother Penulis              : Akiyoshi Rikako Penerjemah       : Andry Setiawan Penerbit, tahun  : Haru, 2016 Banyak orang yang beranggapan bahwa seorang wanita baru disebut sempurna apabila telah menjadi ibu. Namun, tidak semua orang dengan mudah memiliki anugrah ini. Didiagnosa menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS), Honami mengalami kesulitan memiliki anak. Dia berkali-kali keguguran. Dia pun harus menjalani prosedur kedokteran yang panjang, melelahkan, bahkan menyakitkan. Setelah perjuangan panjang, dia akhirnya berhasil melahirkan seorang putri.  Di kota Aiide, tempat Honami tinggal, ditemukan mayat korban pembunuhan yang sangat brutal dan tidak berperikemanusiaan. Tak hanya dibunuh, jasad korban yang masih TK juga diperkosa lalu dibuang da...

Nostalgia dengan Novel Lima Sekawan

Karya Enid Blyton ini pertama kali diterbitkan tahun 1953 dengan judul "Five Go Down to The Sea". Kemudian baru dialih bahasakan ke dalam Bahasa Indonesia tahun 1980 oleh Penerbit Gramedia. Nah, buku yang kubaca ulang ini cetakan ke-16 yang terbit bulan November 2015 lalu. Lima Sekawan merupakan kisah petualangan empat orang anak (Julian, Dick, George, dan Anne) ditambah Timmy, seekor anjing. Dalam Lorong Pencoleng merupakan buku seri yang ke-12. "Kali ini Lima Sekawan yakin di daerah pesisir Cornwall yang sepi dan tak akan ada petualangan. Tapi, ketika suatu malam mereka melihat sinar memancar dari sebuah menara tua, mereka jadi bertanya-tanya. Betulkah di zaman sekarang ini masih ada pencoleng yang merampok kapal-kapal yang lewat dengan menyalakan suar palsu? Akankah besok mereka menemukan kapal yang pecah berkeping-keping karena dijebak oleh para pencoleng itu?" Begitulah blurb yang tercetak di belakang bukunya. Di Cornwall, Lima Sekawan menginap di Tremannon Far...

Novel Dark Romance yang Membuatku Melongo Sejak Bab Pertama

Halo, kali ini saya kembali lagi dengan membawa review novel lainnya. Pada bulan Februari kemarin, buku yang berhasil saya tamatkan hanya 15 buku saja. Hampir setengahnya dari jumlah yang saya baca ketika bulan Januari. Hiks ... Novel hadiah dari Pimred Batik Publisher ini salah satunya yang berhasil saya tamatkan di bulan Februari. Judul: Malaikat Penghukum ( Death Angel ) Penulis: Linda Howard No. ISBN: 9789792290424 Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2012 Jumlah Halaman: 440, 18 cm Nah, inilah penampakkan sampul depannya. Sedangkan sampul belakangnya terdapat blurb seperti ini: Drea Rousseau hanyalah wanita pirang bodoh yang tertarik pada permata dan lelaki berbahaya. Benarkah? Setelah Rafael Salinas “meminjamkan” dirinya kepada seorang pembunuh bayaran, Drea memutuskan untuk membalas sang penyelundup narkotika itu. Drea mencuri uang dua juta dolar milik pria itu dan melarikan diri. Salinas mengamuk, dan mengirim sang pembunuh bayaran untuk memburu wanita itu. Perburuan itu berak...