Langsung ke konten utama

MONOLOG

"Kau akan meminum obat itu lagi!" 

Pernyataan frustasi Clara terdengar saat aku menuangkan obat dari botolnya. Seratus persen itu adalah pernyataan, bukan pertanyaan yang harus kujawab.

"Ayolah, Ef! Kamu dulu lebih baik dari ini," Clara mendesah. "Kamu ... kamu bisa menceritakan semua masalah padaku. Kita bisa mencari solusinya. Kamu tak butuh obat-obatan itu!" 

Aku mengabaikan omongan Clara, terus berjalan tersaruk-saruk menuju sofa butut yang busanya sudah melesak. Di bawah meja, terdapat plastik berisi nasi goreng yang tidak habis kumakan tadi. Aku terlalu malas untuk membuangnya ke tempat sampah. Dengan tatapan meminta maaf pada Clara, aku langsung menenggak obat di genggaman. 

"Menyebalkan! Kamu benar-benar mengenaskan." Seperti biasa, pendapat Clara selalu benar, kondisi ini memang menyebalkan. 

Clara harusnya tahu, aku hanya ingin tidur tenang, tanpa harus bangun dengan terengah-engah akibat mimpi buruk lalu menjadi gila. Entah kapan terakhir kali aku tidur nyenyak tanpa bantuan obat-obatan yang kini seakan menjadi candu itu. 

Aku bangkit dari sofa dan berjalan tepat menembus sosok Clara, menuju kamar, merebahkan diri di kasur menyongsong tidur tanpa rasa.

"Ef-mu sudah hilang, Clara. Dia ikut terkubur bersama jasadmu." 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia dengan Novel Lima Sekawan

Karya Enid Blyton ini pertama kali diterbitkan tahun 1953 dengan judul "Five Go Down to The Sea". Kemudian baru dialih bahasakan ke dalam Bahasa Indonesia tahun 1980 oleh Penerbit Gramedia. Nah, buku yang kubaca ulang ini cetakan ke-16 yang terbit bulan November 2015 lalu. Lima Sekawan merupakan kisah petualangan empat orang anak (Julian, Dick, George, dan Anne) ditambah Timmy, seekor anjing. Dalam Lorong Pencoleng merupakan buku seri yang ke-12. "Kali ini Lima Sekawan yakin di daerah pesisir Cornwall yang sepi dan tak akan ada petualangan. Tapi, ketika suatu malam mereka melihat sinar memancar dari sebuah menara tua, mereka jadi bertanya-tanya. Betulkah di zaman sekarang ini masih ada pencoleng yang merampok kapal-kapal yang lewat dengan menyalakan suar palsu? Akankah besok mereka menemukan kapal yang pecah berkeping-keping karena dijebak oleh para pencoleng itu?" Begitulah blurb yang tercetak di belakang bukunya. Di Cornwall, Lima Sekawan menginap di Tremannon Far...

Renjana Seorang Ibu

Rela Menjadi Iblis untuk Melindungi Anaknya (Review Novel "Holy Mother" - Akiyoshi Rikako) Data Buku: Judul                 : Holy Mother Penulis              : Akiyoshi Rikako Penerjemah       : Andry Setiawan Penerbit, tahun  : Haru, 2016 Banyak orang yang beranggapan bahwa seorang wanita baru disebut sempurna apabila telah menjadi ibu. Namun, tidak semua orang dengan mudah memiliki anugrah ini. Didiagnosa menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS), Honami mengalami kesulitan memiliki anak. Dia berkali-kali keguguran. Dia pun harus menjalani prosedur kedokteran yang panjang, melelahkan, bahkan menyakitkan. Setelah perjuangan panjang, dia akhirnya berhasil melahirkan seorang putri.  Di kota Aiide, tempat Honami tinggal, ditemukan mayat korban pembunuhan yang sangat brutal dan tidak berperikemanusiaan. Tak hanya dibunuh, jasad korban yang masih TK juga diperkosa lalu dibuang da...

Novel Dark Romance yang Membuatku Melongo Sejak Bab Pertama

Halo, kali ini saya kembali lagi dengan membawa review novel lainnya. Pada bulan Februari kemarin, buku yang berhasil saya tamatkan hanya 15 buku saja. Hampir setengahnya dari jumlah yang saya baca ketika bulan Januari. Hiks ... Novel hadiah dari Pimred Batik Publisher ini salah satunya yang berhasil saya tamatkan di bulan Februari. Judul: Malaikat Penghukum ( Death Angel ) Penulis: Linda Howard No. ISBN: 9789792290424 Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2012 Jumlah Halaman: 440, 18 cm Nah, inilah penampakkan sampul depannya. Sedangkan sampul belakangnya terdapat blurb seperti ini: Drea Rousseau hanyalah wanita pirang bodoh yang tertarik pada permata dan lelaki berbahaya. Benarkah? Setelah Rafael Salinas “meminjamkan” dirinya kepada seorang pembunuh bayaran, Drea memutuskan untuk membalas sang penyelundup narkotika itu. Drea mencuri uang dua juta dolar milik pria itu dan melarikan diri. Salinas mengamuk, dan mengirim sang pembunuh bayaran untuk memburu wanita itu. Perburuan itu berak...